Pengertian Rasul Allah | Kebutuhan mahluk terhadap terutusannya para rasul merupakan kebutuhan penting yang mengalahkan semua kebutuhan yang paling darurat sekalipun. Beriman kepada nabi dan iman kepada rasul termasuk rukun iman (ushul). Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana beriman kepada nabi dan rasul dengan pemahaman yang benar. Nah, yang paling penting dan harus dipahami yaitu Nabi dan Rasul itu berbeda.
Sebagai seorang muslim, kita wajib menyakini bahwa Allah mengutus seorang rasul pada masing-masing umat. Tugas para rasul adalah membimbing manusia kepada tauhid dan menjauhi kekufuran. Beriman kepada seluruh rasul dan nabi adalah wajib tanpa membedakan dalam arti tidak beriman kepada sebagian dan kufur kepada sebagian yang lain, sebab hal tersebut sama dengan tidak beriman kepada semuanya.
Secara bahasa kata yang berasal dari Arab naba’a (terangkat melampaui lainnya), naba (terangkat dengan melampaui penunggang kuda) dan anba-a (mengabarkan) Jadi arti tersebut bisa dipahami bahwa nabi adalah orang yang diangkat derajatnya karena mendapatkan wahyu. Bentuk jamaknya adalah anbiya’.
Sedangkan rasul secara bahasa berasal dari rasata (mengutus) dan rasul adalah utusan. Nabi dan rasul secara istilah sering dipahami sama, yaitu orang laki-laki yang mendapatkan wahyu dari Allah dan menyampaikan wahyu kepada umatnya disebut rasul, dan jika tidak diwajibkan menyampaikan wahyu disebut nabi. Oleh karna itu, orang yang menjadi nabi belum tentu menjadi rasul, akan tetapi jika menjadi rasul sudah otomatis menjadi nabi.
Itulah beberapa hal yang mungkin bisa yang membuat anda lebih paham tentang Pengertian Rasul Allah. Cukup sekian dari saya semoga bermanfaat untuk kamu dan semoga adanya ini bisa menmbah wawasan anda kepada rasul Allah. Salam