 |
| Rekayasa Perilaku Tercela |
Menghindari Perilaku Tercela | Kenikmatan itu sering kali bercampur dengan kesusahan. Kenikmatan mungkin hanya bisa dirasakan sebentar saja, tetapi kesusahan yang mengiringinya mungkin akan dirasakan dalam waktu yang lama, sehingga orang tersebut menginginkan agar kenikmatan itu segera sirna saja atau dia bisa membebaskan diri dari kenikmatan tersebut. Yakinlah, baha sesuatu yang membuat seseorang merasa iri terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain belum tentu dirasakan oleh orang tersebut seperti yang dibayangkan oleh orang yang hasud tersebut. Banyak orang yang menyangka bahwa para pejabat bergelimang dengan kenikmatan. Mereka tidak memahami bahwa jika seseorang sangat menginginkan sesuatu, kemudian dia berhasil memperolehnya, maka sesuatu itu akan terbiasa-biasa saja baginya, dan dia akan terus mengejar sesuatu yang dianggapnya lebih tinggi dari itu. Sementara, orang yang hasud hanya memandang semua itu dengan pandangan yang penuh harap dan penuh ambisi. Seorang, yang hasud hendaknya mengetahui konsekuensinya penderitaan yang mungkin saja dialami oleh orang yang dihasudinya dibalik kenikmatan yang semu yang dirasakannya.
Hasad
Kata hasad dalam bahasa arab berarti orang yang memiliki sifat dengki. Dengki adalah mental seseorang tidak senang orang lain mendapat kenikmatan hidup dan berusaha untuk melenyapkannya, sifat ini harus dihindari oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Rasullah saw. telah bersabda : "Telah masuk ke tubuhmu penyakit umat terdahulu, (yaitu) benci dan dengki, itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut." (HR Ahmad dan Turmidzi)
Hasad atau dengki berbeda pengertiannya dengan iri hati. Jika iri hati adalah perasaan tidak senang terhadap orang lain yang mendapatkan kenikmatan dari Allah swt. dan tidak ada usaha untuk mencelakan orang lain serta tidak ada upaya kenikmatan orang lain berpindah tangan kepada dirinya. Orang beriman tentu akan ikut merasa gembira atau senang jika orang lain atau tetangga mendapatkan kenikmatan. Orang yang beriman kepada qada dan qadar tentu tidak akan bersikap dengki kepada orang lain yang mempunyai kelebihan karena ia menyadari bahwa hal itu merupakan kehendak dan kekuasaan Allah swt. Seseorang yang mempunyai sifat hasad akan menghilangkan pahala atau kebaikan yang telah dilakukannya.
Orang yang berlaku hasad sama juga telah menentang Allah swt, dalam hal berikut :
- Membenci akan nikmat atau anugrah Allah swt, yang diberikan kepada orang lain.
- Tidak rela menerima pembagian karunia Allah swt atas dirinya.
- Pelit terhadap pemberian Allah swt kalau bisa semua anugerah dan kebajikan jatuh pada dirinya sendiri, tak perlu orang lain, kalaupun orang lain memperolehnya diharapkan di bawah derajat dirinya.
- Mengikuti pengaruh iblis yang sebetulnya sangat merugikan dan menghinakan dirinya sendiri.
Ada beberapa akibat negatif dari perbuatan hasad, diantaranya sebagai berikut :
- Kerisauan dan kegelisahan akibat kebencian tak terputus-putus.
- Terkena kehinaan dan kegelisahan apabila ia menyadari bahwa orang lain telah memahami hasutannya, maka ia akan dipandang rendah dan pasti dijauhi.
- Jauh dari rahmat Allah swt dan sesama manusia.
- Hancurnya kebaikan-kebaikan yang telah dilakukannya.
Ada beberapa cara untuk menghindari sifat hasad, diantaranya sebagai berikut :
- Selalu meningkatkan iman kepada Allah swt.
- Berupaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
- Mensyukuri nikmat Allah swt yang diberikan kepada kita semua.
- Meningkatkan sifat qanaah.
- Menyadari kedudukan harta dan jabatan dalam kehidupan manusia di dunia.
Semoga artikel
Menghindari Perilaku Tercela bisa bermanfaat untuk anda dan berhati-hatilah dalam perilaku kita, sekian dan wasalam.