PENGERTIAN KEPEMIMPINAN | Secara sederhana, apabila berkumpul tiga orang atau lebih kemudian salah satu di antara mereka "mengajak" teman-temanya untuk melakukan sesuatu, seperti menonton sepak bola, bermain sepak bola, dan lain sebagainya, pada pengertian yang sederhana orang tersebut telah melakukan "kegiatan memimpin", karena ada unsur "mengajak" mengoordinasi, ada teman, ada kegiatan dan ada sarannya. Tetapi dalam merumuskan batasan atau definisi, kepemimpinan ternyata bukan merupakan hal yang mudah dan banyak definisi yang dikemukakan para ahli tentang kepemimpinan yang tentu saja menurut sudut pandangnya masing-masing. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut:
1. Koontz dan O'donnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses memengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.
2. Wexley dan Yuki, Kepemimpinan mengandung arti memengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau mengubah tingkah laku mereka.
3. Georger R. Terry, kepemimpinan adalah kegiatan memengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.
4. Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara memengaruhi orang atau sekelompok orang.
Keempat definisi di atas, dipandang cukup mewakili banyak definisi. Dari keempat definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sudut pandang yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah kemampuan memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Versi lain, para ahli kepemimpinan merumuskan definisi sebagai berikut :
1. John Pfiffner, kepemimpinan adalah kemampuan mengoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
2. Fiedler, kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara induvidu-induvidu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan.
3. Davis, mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat.
4. Locke et.al., mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama.
5. Ott, kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang didalamnya seseorang memengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya prilaku orang lain.
dari kelima definisi ini, para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang pola hubungan, kemampuan mengoordinasi, memotivasi, kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain.
Dari definisi-definisi diatas, semoga bisa membantu anda dalam menjadi seorang pemimpin. dan satu lagi yaitu masalah kepemimpinan adalah masalah sosial yang didalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk, menotivasi dan mengoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya, tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu, yaitu memimpin harus mampu melibatkan seluruh lapisan dan potensi dalam organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang positif dalam usaha mencapai tujuan.